Wow!! Sensasi Mendaki Di Gunung Catur (Puncak Mangu) Traveller Wajib Coba

  • 04 April 2019
  • Dibaca: 380 Pengunjung
Wow!! Sensasi Mendaki Di Gunung Catur (Puncak Mangu) Traveller Wajib Coba

Mungkin kita tidak asing lagi dengan Gunung Agung Dan Gunung Batur atau bahkan beberapa bukit yang biasa di jajaki oleh para pencinta alam atau para traveler yang suka berpetualang. Namun kali ini ada sebuah gunung yang mencuri perhatian para traveler untuk bisa mendaki sampai di puncaknya.

Yaitu adalah Gunung Catur yang berlokasi di Banjar Tinggan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang ,Kabupaten Badung. Gunung dengan puncak kaldera tertinggi dari sederetan gunung yang ada di jalur tengah pulau bali. Berada di ketinggian 2096 mdpl membuat kawasan gunung catur diselimuti oleh kabut serta udara yang dingin.

Puncak Gunung Catur sering disebut pucak mangu, hal ini dikarekan di puncak gunung ini terdapat sebuah pura yang bernama pura pucak mangu. Hingga saat ini pura ini masih difungsikan sebagai upacara adat dan juga tempat sembahyang bagi warga sekitar. Fasilitas pendakian gunung catur juga tebilang lengkap, kita dapat memarkir kendaraan dengan aman di titik awal pendakian dengan aman, ada tempat untuk berteduh.

Sebelum menuju ke puncak Gunung Catur pendaki bisa bersembahyang terlebih dahulu di Sebuah Pura yang bernama Pura Pucak Tinggan (Pura Pucak Mangu) untuk memohon keselamatan dan ketenangan bantin .

Di langsir dari “BabatBali” Pura Pucak Mangu sudah ada sejak zaman budaya megalitikum berkembang di Bali dengan bukti diketemukannya peninggalan Lingga yang cukup besar. Di tempat inilah I Gusti Agung Putu, pendiri Kerajaan Mengwi, melakukan tapa brata mencari keheningan pikiran setelah kalah dalam perang tanding.

 I Gusti Agung Putu pun menemukan jati dirinya dan bangkit lagi dari kekalahannya, sehingga dapat meraih kemenangan sampai dapat mendirikan Kerajaan Mengwi. Di tempat I Gst. Agung Putu bertapa brata itulah Pura Pucak Mangu kembali dipugar dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan umat Hindu yang terus berkembang.

Kembali ke pembahasan pertama. Sepanjang perjalanan mendaki akan melihat kumpulan  monyet monyet . Saat akan memasuki daerah puncak Gunung Catur, dipertengan jalan akan dihadapkan dengan dua pohon besar sejajar yang berhimpit bila dilihat – lihat menyerupai seperti gapura besar . Penduduk sekitar menyebut pohon ini sebagai pohin kembar. Konon katanya, pohon ini adalah gerbagng menuju puncak mangu, ditempat ini harus sangat menjaga sopan santun, karena mulai wilayah ini nuansa adat bali sangat kental.

Gunung Catur yang di sepanjang perjalanannya merupakan hutan tropis yang lebat dan rapat. Cenderung berkabut dengan jalur tanah yang lembab. Puncaknya yang teduh dengan pemandangan tiga danau Buyan, Tamblingan, dan Beratan sangat-sangatlah menawan. Selain pemandangan yang indah, di puncak gunung ini terdapat sebuah pura bernama Pura Pucak Mangu yang masih aktif dikunjungi warga Hindu di Bali untuk tangkil. (KPL-001)

  • 04 April 2019
  • Dibaca: 380 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita